GMS (Glyceryl Monostearate) Bubuk dengan nama INCI Glyceryl Stearate merupakan bahan pengemulsi non-ionik dan co-emulsifier yang banyak digunakan dalam formulasi perawatan kulit. Secara fisik berupa serbuk atau butiran padat putih seperti lilin dengan titik leleh sekitar 61–64°C. Bahan ini bertindak sebagai pengental, penstabil emulsi, sekaligus pembentuk tekstur pada produk pembersih maupun pelembab.
Sebagai emulsifier pendukung (co-emulsifier), GMS bekerja dengan cara memfasilitasi pencampuran molekul air dan minyak serta meningkatkan viskositas sistem emulsi Minyak dalam Air (O/W). Struktur ester asam lemaknya membantu memberikan rasa halus (smooth feeling) saat diusapkan ke kulit tanpa meninggalkan rasa lengket berlebih.
GMS dilarutkan ke dalam fase minyak (oil phase) dan dipanaskan bersama bahan lipofilik lainnya pada suhu sekitar 65–70°C hingga meleleh sempurna sebelum dicampurkan ke fase air. Dosis penggunaan yang dianjurkan berada pada rentang 1–5% untuk produk leave-on seperti krim wajah, lotion badan, atau conditioner rambut.
Untuk hasil emulsi yang stabil jangka panjang, dikombinasikan dengan emulsifier utama yang memiliki nilai HLB lebih tinggi (seperti Polysorbate 60, Ceteareth-20, atau Cetearyl Alcohol) disarankan. Penggunaan tunggal GMS tanpa kombinasi dapat berisiko menyebabkan pemisahan fase pada emulsi yang encer.
GMS tergolong bahan yang aman digunakan dalam industri kosmetik dan telah disetujui standar regulasi kosmetik (BPOM-friendly). Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan panas langsung agar tekstur bubuk tidak menggumpal.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa fungsi GMS bubuk dalam pembuatan kosmetik?
J: GMS (Glyceryl Monostearate) berfungsi sebagai emulgator pembantu, pengental, dan penstabil tekstur pada formulasi krim atau lotion.
T: Pada fase apa GMS dilelehkan saat formulasi?
J: GMS harus dilarutkan dan dilelehkan ke dalam fase minyak pada suhu sekitar 65–70°C sebelum diemulsikan dengan fase air.





Ulasan
Belum ada ulasan.