Sodium Thiosulfate atau yang lebih dikenal dengan nama awam natrium tiosulfat dan hypo adalah senyawa kimia anorganik yang berfungsi utama sebagai agen pereduksi kuat. Senyawa ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi teknis, pengolahan air, serta analisis laboratorium karena kemampuannya dalam mengikat dan menetralisir unsur halogen seperti klorin dan iodium.
Mekanisme kerja utama dari bahan ini melibatkan reaksi oksidasi-reduksi (redox), di mana ion tiosulfat mendonorkan elektron untuk mereduksi klorin bebas atau kloramin menjadi ion klorida yang tidak berbahaya. Reaksi kimia ini berlangsung cepat dan efisien pada larutan berair, menjadikannya standar dalam proses deklorinasi air.
Dalam penerapannya di laboratorium atau industri skala kecil, bahan ini umumnya dilarutkan ke dalam air (fase air) sesuai dengan perhitungan molaritas atau konsentrasi spesifik yang dibutuhkan untuk titrasi iodometri maupun larutan penetral. Penambahan harus dilakukan secara bertahap sambil diaduk hingga larut sempurna.
Sodium Thiosulfate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering, sejuk, serta terhindar dari paparan kelembapan tinggi dan asam kuat untuk mencegah dekomposisi kimia. Pastikan penggunaan alat pelindung diri dasar seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan kimia dalam bentuk serbuk murni.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa fungsi utama dari Sodium Thiosulfate?
J: Berfungsi sebagai agen pereduksi untuk menetralisir klorin bebas dalam air serta sebagai reagen penting dalam analisis titrasi iodometri di laboratorium.
T: Bagaimana cara melarutkan bahan ini untuk penggunaan larutan kerja?
J: Senyawa ini umumnya mudah larut dalam air (fase air), dan larutannya harus dibuat secara berkala sesuai kebutuhan karena stabilitas jangka panjangnya bergantung pada kondisi penyimpanan.





Ulasan
Belum ada ulasan.