Benzalkonium Chloride atau yang lebih sering disingkat sebagai BKC (INCI: Coco Alkyldimethylbenzyl ammonium chloride) adalah senyawa amonium kuartener yang berfungsi sebagai agen antimikroba, pengawet, dan surfaktan kationik. Bahan ini tersedia dalam bentuk cairan transparan dengan kadar zat aktif sekitar 48,0–49,0% dan pH larutan 5% berkisar antara 5,9 hingga 6,9.
Mekanisme kerjanya didasarkan pada kemampuan ion kationik untuk berinteraksi dengan membran sel mikroorganisme, merusak struktur sel, dan menginaktifkan bakteri, jamur, serta virus tertentu. Sifat surfaktannya juga membantu dalam proses pembasahan dan pembersihan permukaan.
Bahan ini umumnya ditambahkan ke dalam fase air pada proses pencampuran dengan dosis anjuran bervariasi antara 0,1% hingga 0,3% tergantung pada aplikasi produk, seperti cairan pembersih lantai, sabun antiseptik, atau produk kebersihan lainnya. Pastikan untuk memperhitungkan konsentrasi zat aktif agar sesuai dengan spesifikasi formula akhir.
BKC sangat baik dikombinasikan dengan surfaktan non-ionik, namun hindari pencampuran langsung dengan surfaktan anionik berkonsentrasi tinggi karena dapat menurunkan efektivitas antimikrobanya akibat pembentukan kompleks ionik.
Selalu perhatikan ketentuan keamanan penanganan bahan kimia dan gunakan alat pelindung diri yang sesuai. Simpan produk dalam wadah tertutup rapat pada suhu kamar yang sejuk dan terlindung dari paparan cahaya langsung.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa fungsi utama Benzalkonium Chloride (BKC)?
J: BKC berfungsi sebagai agen antimikroba, disinfektan, dan pengawet dalam berbagai produk pembersih serta kebersihan diri.
T: Bagaimana cara penggunaan BKC dalam formulasi?
J: BKC dicampurkan ke dalam fase air dengan dosis anjuran umum berkisar antara 0,1% hingga 0,3% tergantung kebutuhan aplikasi.





Ulasan
Belum ada ulasan.