Belsil Elastomer Gel merujuk pada kelas produk campuran silikon crosslinked (bersilang). Umumnya bahan ini memiliki INCI seperti Cyclopentasiloxane (and) Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer atau sejenisnya. Karena varian Belsil di pasaran cukup beragam. Bahan baku ini sangat dicari formulator untuk menciptakan sensasi kemewahan (luxury sensory feel) pada produk kosmetik.
Secara mekanis, silicone elastomer bekerja dengan membentuk struktur jaringan 3D berongga di atas permukaan kulit. Struktur ini tidak hanya menyerap kelebihan sebum, tetapi juga mendispersikan pantulan cahaya (soft-focus effect). Hasilnya, tampilan pori-pori besar dan garis halus langsung tersamarkan (efek blurring), meninggalkan kulit dengan hasil akhir yang matte, tidak lengket, dan terasa sehalus bedak (powdery feel).
Bahan ini larut minyak dan larut silikon, sehingga tidak bisa dilarutkan dalam air murni. Untuk formulasinya, masukkan bahan ini ke dalam fase minyak atau silikon, dan bisa diproses dingin maupun panas (tahan suhu tinggi). Dosis anjuran berkisar 3–5% untuk produk skincare (krim malam, sunscreen), namun bisa digunakan dalam konsentrasi sangat tinggi (50–90%) sebagai basis pembuatan makeup primer tanpa air (anhydrous).
Sangat direkomendasikan untuk digabungkan dengan minyak nabati (plant oils) atau sunscreen filter yang biasanya terasa lengket, karena elastomer gel ini efektif meredam rasa berminyak (greasiness). Dalam formulasi color cosmetics seperti lip cream matte atau foundation, bahan ini membantu menyebarkan pigmen warna agar lebih merata dan tidak mudah cracking.
Bahan aktif ini sangat aman dan secara kimiawi inert (tidak reaktif). Karena ukuran molekul bersilangnya sangat besar, bahan ini tidak dapat berpenetrasi ke dalam kulit sehingga bersifat non-comedogenic (tidak menyumbat pori). Sangat umum digunakan dalam industri kosmetik dan sepenuhnya ramah BPOM.





Ulasan
Belum ada ulasan.