Phenoxyethanol + Ethylhexylglycerin adalah kombinasi pengawet kosmetik (preservative) broad-spectrum yang sangat populer karena efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi. Kombinasi ini sering digunakan sebagai alternatif pengawet yang lebih lembut dibandingkan golongan paraben.
Dalam formulasi, Phenoxyethanol bertindak sebagai pengawet utama yang menargetkan bakteri, sementara Ethylhexylglycerin berfungsi sebagai preservative booster yang meningkatkan efektivitas pengawet sekaligus memberikan efek pelembab dan perasa lembut (skin feel) pada produk akhir. Keduanya bekerja sinergis untuk menjaga stabilitas produk dari kontaminasi mikroba selama masa simpan.
Bahan ini bersifat larut dalam minyak atau dapat didispersikan dalam formulasi air. Umumnya dimasukkan pada fase pendinginan (cool down phase) di bawah suhu 40°C untuk menjaga stabilitas zat. Dosis penggunaan yang dianjurkan berkisar antara 0.5% hingga 1.0% dari total berat formulasi. Sangat cocok untuk produk leave-on maupun rinse-off.
Kombinasi ini sangat stabil pada rentang pH yang luas (pH 3.0–12.0), menjadikannya sangat fleksibel untuk berbagai jenis produk mulai dari serum, krim, losion, hingga sampo. Hindari penggunaan berlebih karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif jika formulasi tidak dihitung dengan akurat.
Sesuai regulasi BPOM, penggunaan Phenoxyethanol diperbolehkan dengan konsentrasi maksimum 1.0%. Pastikan untuk melakukan uji stabilitas dan uji tantang mikroba (preservative efficacy testing) pada produk jadi Anda untuk memastikan tingkat keamanan dan keawetan produk yang maksimal.





Ulasan
Belum ada ulasan.