Polyglutamic Acid (INCI: Polyglutamic Acid), atau yang sering disingkat sebagai PGA, adalah biopolimer alami yang biasanya dihasilkan melalui proses fermentasi bakteri (seperti yang ditemukan pada hidangan natto Jepang). Bahan ini merupakan agen pelembab (humektan) generasi baru yang sangat populer di industri kecantikan, dikenal karena kemampuannya menahan air di kulit secara signifikan lebih banyak dibandingkan Hyaluronic Acid (HA) biasa.
Secara mekanisme kerja, molekul PGA cenderung berukuran besar sehingga bekerja di permukaan kulit untuk membentuk lapisan pelindung yang berpori dan tidak menyumbat pori (breathable film). Lapisan ini berfungsi mengunci hidrasi, mencegah penguapan air dari kulit (Transepidermal Water Loss atau TEWL), dan memberikan sensasi kulit yang terasa sangat halus. Selain itu, PGA mampu menghambat hyaluronidase — yakni enzim alami di kulit yang memecah cadangan Hyaluronic Acid internal — sehingga kadar kelembaban asli kulit tetap terjaga.
Dalam proses formulasi, bubuk Polyglutamic Acid sangat mudah larut dalam air (fase air). Dosis anjuran standar untuk aplikasi kosmetik berkisar antara 0.1% hingga 3% untuk produk leave-on seperti serum, sleeping mask, pelembab cair, maupun losion. PGA sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu pada fase air (water phase) dan sangat toleran terhadap pemrosesan suhu ruang, maupun pada fase pendinginan (cool down phase) di bawah 40°C jika Anda sedang meracik produk berbasis emulsi.
Untuk hasil akhir yang maksimal, disarankan untuk mengombinasikan PGA dengan bahan pelembab berukuran molekul kecil seperti Hyaluronic Acid (HA) atau Glycerin. HA akan meresap dan menghidrasi kulit lebih dalam, sementara lapisan film dari PGA bekerja bagaikan mantel yang menyegel kelembaban tersebut agar tidak kabur. Hindari meracik di dosis tinggi jika tidak terlalu diperlukan; karena sifatnya yang membentuk lapisan (film-forming), penggunaan di atas 3% atau aplikasi berlapis-lapis seringkali dapat menyebabkan produk menggumpal seperti daki (pilling) saat ditimpa makeup atau tabir surya.
Dari segi keamanan, Polyglutamic Acid merupakan bahan yang sangat lembut (gentle), stabil, dan non-irritating. Ini membuatnya sangat disukai untuk meracik produk bagi segala jenis kulit, termasuk kulit yang kering, sensitif, maupun yang rentan berjerawat. Bahan ini memberikan sensory feel yang licin tanpa rasa lengket atau berminyak, cocok untuk formulasi oil-free.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa perbedaan utama Polyglutamic Acid (PGA) dengan Hyaluronic Acid (HA)?
J: Keduanya adalah humektan, namun molekul PGA lebih besar sehingga fokus membentuk lapisan pengunci air (film) di permukaan kulit agar tidak menguap. Sebaliknya, HA (terutama low molecular weight) lebih difokuskan untuk ditarik meresap ke lapisan kulit yang sedikit lebih dalam. Keduanya saling melengkapi jika digabung.
T: Mengapa serum PGA racikan saya terasa menggumpal (pilling) saat diaplikasikan?
J: Penggumpalan dapat terjadi jika dosis PGA yang digunakan terlalu tinggi, biasanya melampaui 3%. Karena bahan ini membentuk lapisan film tipis, disarankan memulai uji coba formulasi di angka yang lebih rendah (misalnya 0.1% hingga 0.3%) untuk mendapatkan tekstur licin yang nyaman tanpa risiko pilling.





Ulasan
Belum ada ulasan.