Edukasi Formulasi 1 Oktober 2026 · 5 min baca

5 Jenis Titanium Dioxide di SENTANA, Mana yang Cocok Buat Formula Kamu?

Minggu ini saya kedatangan satu masalah dari customer yang justru jadi bahan cerita bagus buat teman-teman semua.
Ceritanya gini: dia dulu pakai titan water-dispersed (46% TiO2), pindah ke titan oil-dispersed (38% TiO2) karena alasan stok, terus komplain putihnya “kurang” dibanding formula lama. Dia coba nambahin bubuk titan mentah langsung ke krimnya, hasilnya malah bintik-bintik putih.
Ini bukan salah dia. Ini karena di dunia titanium dioxide, ada BANYAK jenis, dan masing-masing punya “kepribadian” yang beda-beda. Kalau kamu nggak ngerti bedanya, kamu bisa pilih produk yang secara teknis “benar” tapi salah buat tujuan kamu.
Jadi saya bongkar semua titan yang ada di gudang SENTANA, 5 jenis, 5 karakter berbeda. Baca sampai habis, biar nggak salah pilih kayak kasus di atas.

Sebelum Lanjut, Apa Itu Titanium Dioxide?


Buat teman-teman yang baru mulai belajar formulasi, mungkin masih asing dengan bahan ini. Titanium Dioxide (TiO2) itu bubuk putih, salah satu pigmen putih paling umum dipakai di dunia kosmetik.


Fungsinya ada dua, dan sering jalan bareng:


Opacifier/whitening agent: bikin produk jadi putih dan nutup (opaque). Ini yang kamu butuhkan kalau produk kamu harus terlihat solid putih, nggak transparan, seperti krim, tone up lotion, BB cream, foundation, pressed powder.
UV filter (physical sunscreen): TiO2 bisa menghamburkan atau menyerap sinar UV, makanya dia juga dipakai sebagai salah satu bahan aktif sunscreen mineral, biasanya berdampingan dengan Zinc Oxide.


Kapan kamu butuh TiO2 di formula kamu?


Produk kamu perlu terlihat putih/opaque (krim, tone up lotion, lip product, make-up)
Produk kamu butuh klaim SPF/UV protection berbasis mineral filter
Produk kamu butuh menutupi warna bahan aktif lain yang kurang estetik
Tapi hati-hati: nggak semua TiO2 itu sama. Ada yang dibuat buat whitening maksimal, ada yang dibuat buat UV protection maksimal tanpa white cast, dan keduanya nggak bisa saling gantikan sembarangan. Itu yang mau kita bahas lebih lanjut.

Coated vs Non-Coated


TiO2 mentah itu “telanjang”: permukaannya suka nempel-nempel sama air (hidrofilik) dan bikin reaksi foto-katalitik di bawah UV (bisa merusak formula & teoritis mengiritasi kulit). Makanya banyak produsen kasih coating (lapisan) di permukaan partikel, biasanya alumina dulu, terus silane atau silicone di atasnya. Coating ini yang menentukan TiO2-nya lebih suka di air atau di minyak, dan gimana rasanya di kulit.

Ukuran Partikel: Nano vs Non-Nano

Ini KUNCI untuk milih titan yang tepat guna:
Non-nano (~200-500nm ke atas): partikelnya pas untuk scatter cahaya tampak → hasilnya OPAQUE, PUTIH, NUTUP. Ini yang kamu pakai kalau tujuannya whitening/opacity.
Nano (<100-200nm): partikelnya terlalu kecil buat nutupin cahaya tampak secara efektif, tapi masih bisa nyerap/scatter UV. Ini yang dipakai buat sunscreen transparan, SPF jalan, tapi nggak ninggalin white cast.
Prinsipnya sederhana: makin kecil partikelnya, makin transparan tapi makin fokus ke UV. Makin besar partikelnya, makin putih/opaque tapi kontribusi UV-nya cuma bonus.
Nggak ada yang “lebih bagus”, cuma beda tujuan.

5 Jenis Titan di Gudang SENTANA

1️⃣ TiO2 Uncoated Technical Grade (Cosmo)
Karakter: Bubuk mentah, nggak ada coating apapun.
Cocok untuk: Formulator yang mau kontrol penuh dari nol, bikin soap, produk yang dispersinya nggak terlalu kritis, atau kamu yang mau eksperimen coating sendiri.
Harga: Paling murah di antara semua, tapi kamu bayar “murah”-nya dengan kerja ekstra: harus didispersikan sendiri dengan shear yang cukup, kalau nggak, ya bintik putih kayak cerita di atas.
UV & water resistance: Minimal, nggak didesain untuk itu.
2️⃣ TiO2 Food Grade
Karakter: Sama-sama non-coated, tapi lebih ke arah general purpose, bisa dipakai kosmetik maupun aplikasi food-grade (BPOM MD).
Cocok untuk: Hobbyist & indie brand yang butuh opacifier serbaguna dengan harga terjangkau, produksi skala rumahan.
Harga: Murah, mirip tier dengan technical grade, tersedia dari 100g sampai 25kg.
Catatan penting: Ini didaftarkan di bawah nomor BPOM pangan (MD), bukan notifikasi kosmetik (NA), jadi posisikan sebagai raw material untuk formulasi, bukan bahan kosmetik yang sudah ternotifikasi.
UV & water resistance: Sama seperti technical grade, minimal, perlu dispersi manual.
3️⃣ Daitopersion Ti-50VA (Oil-Dispersed, Nano)
Karakter: TiO2 nano (100-200nm), sudah di-coating alumina + hydrogen dimethicone (silicone), didispersikan dalam C9-12 Alkane pakai dispersant khusus. Sudah SIAP PAKAI, nggak perlu shear sendiri.
Cocok untuk: Sunscreen mineral, produk yang butuh klaim SPF beneran dan TIDAK ingin white cast, terutama kalau butuh tahan air (silicone coating-nya bikin lebih water-resistant).
Harga: Paling mahal di grup ini, tapi kamu bayar untuk teknologi dispersi + partikel nano yang sudah jadi, bukan cuma bahan baku.
Catatan: Karena partikelnya kecil, JANGAN dipakai kalau tujuan utama kamu whitening/opacity, dia nggak akan pernah bisa nutupin seputih non-nano, walau ditambah berapa banyak juga.
Trade-off yang perlu diinget: Carrier-nya (dodecane) itu volatile, kalau salah kemasan (contoh: botol LDPE), bisa mengeras seiring waktu karena solvent-nya menguap perlahan. Simpan di kemasan PET/HDPE.

4️⃣ White T-50 (Water-Dispersed, Nanogen)
Karakter: TiO2 dengan coating triethoxycaprylylsilane, tapi didispersikan di AIR pakai sistem emulsifier (Polysorbate 60, Oleth-10) plus polymer penstabil. Assay TiO2 di kisaran 46%, salah satu yang tertinggi konsentrasinya di grup ini.
Cocok untuk: Sistem berbasis air (O/W), produk yang aplikasinya luas, dari sunscreen sampai make-up, dan kamu prefer dispersi air dibanding minyak.
Harga: Menengah, pre-dispersed jadi lebih mahal dari raw powder, tapi biasanya lebih murah dari nano oil-dispersion khusus sunscreen.
Ukuran partikel: Nanogen menyatakan secara resmi ukuran partikel primer TiO2-nya sekitar 0,25 µm (250nm), non-nano, dan pas banget di “sweet spot” untuk menghamburkan cahaya tampak. Artinya whitening power-nya kuat, ditambah assay TiO2 yang tinggi.
UV & water resistance: Karena non-nano, kontribusi UV-nya sifatnya bonus, bukan andalan, untuk klaim SPF beneran tetap butuh filter nano atau filter lain.
5️⃣ Titanium DIoxide Coated CR50AS (Silane-Coated Powder, Non-Nano/Pigment Grade)
Karakter: TiO2 dilapisi triethoxycaprylylsilane (coating tipis, monomerik), BUKAN pre-dispersi, masih bubuk. Sudah dites lab: D50 partikel di angka 431nm, resmi pigment-grade, dibuat untuk opacity, bukan UV-transparan.
Cocok untuk: BB cream, foundation, pressed powder, eyeshadow, blush, kategori make-up/color cosmetics yang butuh coverage kuat plus rasa di kulit yang lembut & smooth (khas coating silane).
Harga: Menengah, lebih mahal dari raw powder karena sudah di-treatment, tapi kamu masih harus kerjain dispersinya sendiri (wetting + shear di fase minyak).
Catatan penting: JANGAN cuma dituang mentah-mentah ke formula. Coating silane bikin dia lebih gampang dispersi di minyak DIBANDING TiO2 mentah, tapi tetap butuh proses wetting + shear yang benar. Skip proses ini = bintik putih (seperti kasus customer di atas).

Ringkasan: Kapan Pilih yang Mana?

KebutuhanPilihan Terbaik
Budget ketat, mau kontrol penuh dispersiUncoated Technical/Food Grade
Opacity/whitening kuat di make-upTitanium Dioxide Coated CR50AS
SPF asli + no white cast + water resistantDaitopersion Ti-50VA
Sistem berbasis air, whitening tinggiWhite T-50
Riset/eksperimen coating sendiriUncoated Technical Grade


Prinsip paling penting yang harus kamu inget: ukuran partikel dan konsentrasi TiO2 itu dua variabel yang sering ketuker-tuker orang. Assay tinggi bukan jaminan putih maksimal kalau partikelnya nano. Dan partikel besar nggak otomatis bagus buat UV protection walau dia “TiO2 juga.”
Kenali dulu tujuan formulamu, baru pilih titannya. Bukan sebaliknya.

Ada pertanyaan?

Tim Sentana Store siap membantu Anda — hubungi kami langsung via WhatsApp.

Tanya via WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *