Bikin Sunscreen Sendiri, Cuma 4 Bahan, Modal Spatula
Saya Bikin Sunscreen Sendiri, Pakai Spatula, dan Bertahan 2 Jam di Bira Beach
Jam 11 siang September 2026 di Pantai Bira, Sulawesi Selatan. Matahari lagi di titik paling galak, jenis terik yang biasanya bikin kulit saya merah dalam hitungan jam. Apalagi sekarang di Sulawesi Selatan sedang musim kemarau berkepanjangan. Saya jalan kaki santai di pinggir pantai selama 2 jam, bukan berenang, cuma menikmati pantai dengan keluarga.

Yang saya pakai bukan sunscreen dari toko kosmetik atau beli jadi. Saya racik sendiri, di meja kerja saya, pakai spatula, bukan mesin pabrik untuk membuat sunscreen dengan SPF 50+ dan PA++++ . Hasilnya, kulit wajah saya relatif normal setelahnya. Tidak merah, tidak terasa terbakar seperti biasanya kalau kena matahari seterik itu.

Sebagai orang yang kesehariannya bekerja dengan bahan baku kosmetik, saya penasaran satu hal sederhana. Apakah bikin sunscreen broad spectrum dengan filter UV kelas industri itu benar-benar harus pakai mesin mahal, atau bisa dikerjakan dengan alat seadanya di meja kerja sendiri.
Kenapa saya pilih SunCat MTA
Kunci dari eksperimen ini adalah satu bahan, SunCat MTA, filter UV kimia yang sudah dienkapsulasi dalam bentuk cair, dari produsen BioNest asal Taiwan.
Filter UV kimia biasa, seperti OMC, Avobenzone, dan octocrylene dalam bentuk mentah, punya satu masalah yang jarang dibahas. Partikelnya cenderung menggumpal begitu diaplikasikan ke kulit, membentuk gumpalan besar sekitar 120 sampai 150 mikron. Area di antara gumpalan ini jadi celah tanpa perlindungan, meski secara rata-rata angka SPF-nya terlihat bagus di atas kertas.
SunCat MTA membungkus ketiga filter itu di dalam lapisan ganda berbasis lesitin, membentuk partikel seragam berukuran sekitar 1 mikron, jauh lebih kecil dan merata dibanding gumpalan filter mentah. Lapisan luarnya bermuatan negatif, membuat partikel saling tolak-menolak dan tidak menggumpal. Hasilnya perlindungan yang lebih merata di seluruh permukaan kulit, termasuk di sela-sela garis halus, bukan cuma rata-rata di atas kertas. Karena ukuran dan muatan permukaannya, partikel ini juga tidak terserap ke dalam kulit, jadi filter tetap bekerja di permukaan, lebih ramah untuk kulit sensitif.


Yang membuat saya makin yakin memilih bahan ini bukan cuma soal teknologinya, tapi juga soal kepraktisan kerja. Filter UV mentah biasanya perlu dilarutkan dulu, kadang perlu dipanaskan, diatur pH-nya, dicampur dengan emulsifier tambahan supaya bisa menyatu ke base cream. SunCat MTA sudah dalam bentuk cair siap pakai. Prosesnya betul-betul timbang, tuang, aduk. Tidak perlu dilarutkan dulu, tidak perlu emulsifier tambahan, dan hampir tidak mengubah kekentalan basis secara signifikan di dosis wajar. Dan yang paling mantap itu dari efektivitasnya (menurut klaim produsen), pemakaian lebih sedikit daripada UV Filter tunggal biasa, dan hasil SPF dan PA lebih tinggi.

Sepengetahuan saya, SunCat MTA termasuk salah satu bahan enkapsulasi filter UV lebih awal yang masuk ke lanskap formulasi Indonesia, lewat jalur distribusi B2B industri. Belakangan beberapa produsen bahan baku lain mulai menawarkan pendekatan serupa, filter UV kimia yang dienkapsulasi dalam lapisan ganda untuk mencegah penggumpalan. Bagi saya, itu bukan kebetulan. Kalau satu pendekatan teknis mulai diikuti banyak pemain di industri, biasanya itu tanda pendekatannya memang terbukti bekerja, bukan sekadar gimmick pemasaran.
Resep eksperimen saya (untuk 100 gram)
Bahan:
- Base Facial cream (O/W, tidak terlalu encer): 79.3 gram
- SunCat MTA: 20 gram
- Sepimax Zen PC-6 (penambah kekentalan): 0.5 gram
- Phenoxyethanol murni (tambahan pengawet): 0.15 gram
Alat: timbangan digital presisi 0.1 gram, spatula, wadah plastik atau kaca (bukan logam atau stainless), wadah kecil terpisah untuk mencampur sebagian krim basis.
Cara membuat:
- Ambil sekitar 15 sampai 20 gram dari base cream (sisihkan dari total 79.3 gram), taruh di wadah kecil terpisah. Taburkan 0.5 gram Sepimax Zen ke krim yang disisihkan ini, aduk pelan dan terus sampai benar-benar menyatu dan licin, tidak ada butiran kasar tersisa. Ini butuh beberapa menit aduk sabar.
- Campur 20 gram SunCat MTA dengan 0.15 gram phenoxyethanol di wadah terpisah, aduk rata.
- Masukkan campuran SunCat MTA sedikit demi sedikit ke sisa base cream, aduk kuat dengan spatula tiap kali sebelum menambah bagian berikutnya. Pastikan benar-benar rata, tidak ada garis atau gumpalan tersisa, sebelum lanjut ke bagian berikutnya.
- Masukkan kembali campuran krim basis dan Sepimax Zen dari langkah 1, aduk sampai tekstur menyatu dan kental merata.
- Diamkan semalam sebelum dipakai, biar teksturnya stabil.
Yang harus kamu tahu sebelum coba sendiri
- Angka SPF 50 ke atas dan PA++++ yang dipakai di sini saya ambil dari referensi data teknis resmi BioNest untuk basis krim referensi mereka seperti gambar di atas, bukan dari uji lab independen terhadap batch saya sendiri. Basis krim kamu pasti beda, jadi hasil SPF aslinya di batch kamu juga bisa beda.
- Pengalaman saya di Bira itu satu orang, satu hari, bukan bukti klinis. Warna kulit, ketebalan olesan, lama reaplikasi, itu semua mempengaruhi hasil tiap orang, jadi jangan jadikan cerita saya sebagai jaminan.
- Jangan simpan atau campur SunCat MTA dalam wadah logam, termasuk stainless. Bisa merusak struktur enkapsulasinya.
- Lakukan patch test di lengan dulu sebelum dipakai ke wajah, siapa tahu kulitmu sensitif terhadap salah satu bahannya.
- Ini murni proyek personal, untuk dipakai sendiri. Kalau niatnya mau dijual sebagai produk, itu cerita yang beda sama sekali, wajib lewat uji SPF resmi dan notifikasi BPOM dulu sebelum boleh diedarkan
Ada pertanyaan?
Tim Sentana Store siap membantu Anda — hubungi kami langsung via WhatsApp.
