BHA Salicylic Acid (INCI Name: Salicylic Acid) adalah bahan aktif golongan beta-hydroxy acid yang dikenal luas dalam dermatologi karena sifat lipofiliknya (larut dalam minyak). Karakteristik ini memungkinkannya menembus ke dalam pori-pori yang tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati, menjadikannya standar emas untuk perawatan kulit berjerawat dan komedo.
Mekanisme kerja asam salisilat adalah sebagai keratolitik, yaitu melonggarkan ikatan antar sel kulit mati pada lapisan stratum korneum serta membersihkan dinding pori dari dalam. Selain mengatasi jerawat, bahan ini juga membantu mempercepat pergantian sel kulit dan meratakan tekstur kulit yang kasar.
Bahan ini dilarutkan terlebih dahulu ke dalam fase minyak, pelarut khusus (seperti propilen glikol), atau alkohol kosmetik sebelum dimasukkan ke dalam formula berbasis air pada suhu di bawah 40°C. Dosis anjuran umum berkisar antara 0.5 hingga 2% untuk produk perawatan harian, tergantung pada regulasi BPOM dan jenis produk (leave-on atau rinse-off).
Salicylic Acid sangat baik dikombinasikan dengan bahan penenang seperti panthenol atau centella asiatica untuk meminimalkan potensi iritasi atau rasa kering pada kulit. Kombinasi dengan humektan juga membantu menjaga kenyamanan hidrasi kulit selama pemakaian.
Penggunaan bahan ini diatur ketat oleh regulasi BPOM dengan batas maksimal 2% untuk produk kosmetik umum pada kulit. Hindari penggunaan pada anak usia di bawah 3 tahun dan lakukan uji toleransi bagi kulit sensitif.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa fungsi utama BHA Salicylic Acid dalam kosmetik?
J: Berfungsi sebagai eksfoliator yang membersihkan pori tersumbat, mengatasi jerawat, dan mengangkat sel kulit mati.
T: Berapa dosis penggunaan Salicylic Acid yang dianjurkan?
J: Dosis anjuran umum berkisar antara 0.5 hingga 2% sesuai dengan jenis produk dan regulasi BPOM.





Ulasan
Belum ada ulasan.