Kamfer (INCI: Camphor), yang juga sering dikenal sebagai camphor atau campora, adalah bahan aktif berbentuk kristal putih transparan dengan aroma segar yang sangat khas dan tajam. Dalam industri kosmetik dan perawatan pribadi, bahan ini digunakan sebagai agen penyegar (cooling agent), antiseptik ringan, serta penenang iritasi pada sediaan topikal.
Mekanisme kerjanya adalah dengan menstimulasi reseptor saraf penerima sensasi dingin (TRPM8) pada kulit. Efek ini memberikan sensasi sejuk yang instan sekaligus membantu meredakan rasa gatal, ketidaknyamanan, atau pegal-pegal pada area kulit tempat sediaan dioleskan.
Dalam formulasi kosmetik, Kamfer dilarutkan ke dalam fase minyak (oil phase) atau dilarutkan terlebih dahulu menggunakan pelarut organik/alkohol. Karena memiliki titik leleh sekitar 170–180°C namun mudah menyublim dan larut dalam minyak atau alkohol, bahan ini sebaiknya dimasukkan pada suhu rendah (cool down phase) agar aromanya tidak menguap. Dosis penggunaan yang dianjurkan berkisar antara 0.1–1% untuk sediaan krim, losion, atau foot care, serta hingga 1–3% untuk produk salep khusus (ointment), balm pereda pegal, atau rubbing balm.
Bahan ini sangat cocok dikombinasikan dengan bahan penyegar lain seperti Menthol Crystal, Eucalyptus Oil, atau Peppermint Essential Oil untuk memberikan efek sensasi dingin sinergis yang lebih kuat. Kamfer juga sering dipadukan dengan pemadat berbasis minyak seperti Beeswax atau Paraffin Wax dalam pembuatan balm.
Penggunaan Kamfer harus disesuaikan dengan dosis aman agar tidak menimbulkan iritasi kulit. Diproduksi sesuai standar regulasi kosmetik (BPOM-Friendly) untuk menghasilkan sediaan perawatan tubuh yang aman, segar, dan berkualitas.
PERTANYAAN UMUM:
T: Apa fungsi Kamfer / Camphor dalam formulasi kosmetik dan perawatan tubuh?
J: Kamfer berfungsi memberikan sensasi dingin penyegar, antiseptik ringan, serta membantu meredakan rasa gatal atau pegal pada produk salep dan balm.
T: Pada fase apa Kamfer dilarutkan dan berapa dosis penggunaannya?
J: Dilarutkan pada fase minyak atau alkohol (sebaiknya pada cool down phase) dengan dosis anjuran 0.1-1% untuk krim/losion dan 1-3% untuk balm/salep.





Ulasan
Belum ada ulasan.